Tinggalkan komentar

Revolusi Perancis

Louis XIV    Sejak perancis diperintah oleh Raja Louis XIV (1643-1715) kekuasaan raja menjadi besar dan tidak terbatas. Raja   Louise terkenal dengan semboyan L’etat c’est moi (Negara adalah saya).

Pada masa pemerintahan Raja Louis XIV (1643-1715) raja sudah tidak memiliki gezag (kewibawaan) dan kekuatan lagi. Hal itu disebabkan raja tidak berhasil memperbaiki keadaan. Situasi demikian memberi peluang yang sangat baik untuk meletusnya suatu revolusi.

Kekuasaan Raja tidak terbatas akibat ajaran dari Nicolo Marciaveli, yang mengajarkan tentang kedaulatan raja ‘‘ Raja sebagai penguasa yang absolut ’’ dalam buku  Il Principle.

Situasi Sosial Ekonomi

Masyarakat Perancis tebagi menjadi 3 golongan :

Pada golongan 1 & 2 hidup dengan kemewahan dan dibebaskan dari pajak, sedangkan pada golongan 3 hidup menderita dan dibebani dengan pajak. Dari golongan rakyat inilah kemudian muncul golongan baru yang disebut Borjuis. Golongan inilah yang menjadi pelopor timbulnya revolusi prancis.

Sebab umum terjadi revolusi Perancis :

1) Adanya pengaruh Rasionalisme

    Paham ini melahirkan renaisans dan humanisme yang menuntun manusia bebas berpikir dan mengemukakan pendapat. Munculah ahli-ahli pikir pada saat itu :

 1.  John Locke

      Two Treties of Government yang berisi ajaran kedaulatan rakyat (pembagian kekuasaan) :

1. Power Legislatif’

2. Power Eksekutif

3. Power A Tributive

2. Montesquiew

     L’es prit des Lois (jiwa undang-undang), dalam buku itu terdapat teori trias politika :

1. Legislatif (pembuat undang-undang)

2. Eksekutif (pelaksana undang-undang)

3. Yudikatif (mengawasi undang – undang

3.  J.J. Rousseau

      Du Contract Social ( perjanjian masyarakat ), mengatakan bahwa setiap manusia sama dan merdeka

4.  Denis Didorat & J.D Alembert ( ensliklopedia )

5.  Voltaire( Ahli kebebasan )

2) Adanya kepincangan dalam masyarakat

     Keluarga raja kaum bangsawan dan greja hidup makmur dan memiliki hak istimewa serta bebas pajak, sedangkam rakyat biasa menderita dan dibebani berbagai macam pajak.

3) Adanya pengaruh perang kemerdekaan Amerika

     Lafayette(jendral prancis) membawa semangat revolusi Amerika yaitu semangat Liberte (kebebasan), Egalite (Kesamaan), Fraternite (persaudaraan). Bahkan Prancis mengirim patung dewi kemerdekaan pada Amerika yaitu patungLiberty yang melambangkan kebebasan.

4)  Adanya Pemerintahan Absolut yang buruk (Ancien Regime)

Kekuasaan raja yang tanpa batas menyebabkan raja sewenang-wenang dan berfoya-foya.

Sebab Khusus terjadi revolusi Perancis:

      Marie-Antoinette_Krisi keuangan disebabkan oleh permaisuri Louis XIV, yakni Maria Antoinette ( Madame deficit ). yang hidup penuh dengan kemewahan dan kemegahan. Mengakibatkan hutang Negara makin menumpuk, satu – satu cara untuk mengatasi krisi dengan memungut pajak dari kaum bangsawan.

Jalannya Revolusi

Revolusi Perancis berlangsung selama 10 tahun, dapat dibagi menjadi beberapa masa:

1. Masa Dewa Kontituante (1789-1791)

Golongan Prancis terdiri atas tiga golongan :

  1. Golongan I (dari bangsawan) jumlah 300 orang
  2. Golongan II (dari greja) jumlah 300 orang
  3. Golongan III (dari rakyat) jumlah 600 orang

Estats Generauxi bersidang pada tanggal 5-17 juni 1789. Golongan I dan II menghendaki pengambilan keputusan didasarkan atas golongan sehingga kelompoknya akan tetap menang, sedangkan golongan III menghendaki atas dasar perorangn.

Golongan III mengadakan sidang sendiri (17 Juni 1789) di bawah pimpinan Merabeau, Lafayatte, dan Seiyes. Mereka menyatakan bahwa Estats Genereaux sebagai Essemble Nationale yang merupakan Dewan perwakilan rakyat Prancis dengan siding – sidangnya yang tidak mengenal system golongan. Dewan ini kemudian disebut Assemble Nationale Constituante yang bertugas menyusun Undang-Undang Dasar (UUD) Prancis.

bastille

Pada tanggal 14 Juli 1789, rakyat menyerbu Penjara Bastille (lambang absolutisme) dan membebaskan orang – orang tidak bersalah yang ditahan karena perintah Raja. Oleh karena itu tanggal 14 Juli dijadikan hari Nasional Prancis, lagu Merseillaise dijadikan lagu kebangsaan dan dibentuk tentara nasional dibawah pimpinan Lafayatte.

Pada tanggal 27 Agustus 1789, Dewan berhasil mengumumkan Declaration des Droits de l’homme et du citoyen ( pernyertaan hak-hak asasi manusia dan pengakuan hak warga negara.

Pada tanggal 14 Juli 1790, UUD disahkan dan Perancis menjadi kerajaan berkonstitusional. Raja Louis XIV menyetujui UUD tersebut dan bersumpah setia kepadanya.

2. Masa Legislatif (1791-1792)

    Anggapan Raja berkhianat semakin kuat setelah Austia dan Prusia (1792) menyerang Prancis sehingga menimbulkan Perang koalisi I (1792-1797). Tujuan serangan utuk menghancurkan revolusi Prancis yang dianggap membahayakan Negara yang bersifat absolute. Rakyat Prancis berhasil mematahkan serangan dibawah pimpinan Danton dari golongan Yacobin berhasil membentuk pemerintahan baru yang disebut Konvensi Nasional.

3. Masa Konvensi Nasional (1792-1795)

   Bentuk kerajaan dihapuskan dan digantikan dengan republik (merupakan republic I (1792)) Raja Louis XIV bersama permaisurinya (Maria Antoinette) dijatuhi hukuman mati dengan dipenggal kepalanya dengan tiang guillotine.

4. Masa Directoire (1795-1799)

    Tampilnya Napoleon Bonaparte yang namanya menjadi tenar karena kemenangan militernya dalam Perang Koalisi diharapkan oleh rakyat Prancis.

5. Masa Konsulat (1799-1804)

     Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan ( coup d’etat yang dikenal dengan Revolusi Brumai pada tanggal  9 November 1799). Napoleon Bonaparte membentuk pemerintahan Konsulat yang terdiri atas tiga orang konsul, yakni Napoleon Bonaparte, Seiyes, dan Roger Ducos.

      Napoleon memulai langkah-langkah penting sebagai berikut :

  1. Pembentukan pemerintahan yang kuat dan stabil dengan cara memusatkan kekuasaan pemerintah di tangannya sendiri, menyusun kitab Undang – Undang Hukum Perdata (Code de Penal) dan kitab  Undang-Undang Hukum Pidana ( Code de Civil).
  2. Menciptakan suasana aman, perdamaian dengan Paus guna mengembalikan citra gereja dan ulama di Perancis , dan membentuk tentara yang kuat.
  3. Meningkatkan Kesejahteraan rakya dengan menciptakan Kitab Undang-Undang Hukum Perdagangan (Code de Commerce)
  4. Membangun sarana dan prasarana
  5. Membrantas Korupsi dan memperbaiki keuangan Negara

  Dalam mengembalikan kejayaan Prancis, Napoleon harus memenangkan perang dalam Perang Koalisi II (1799-1802). Diangkatnya Napoleon sebagai kaisar oleh Paus VII.

6. Masa Kekaisaran (1804-1815)

napoleon bonaparte   Selama 15 tahun, rakyat Perancis berjuang melancarkan revolusi dan menentang kekuasaan absolut. Pada tahun 1804 berakhir masa Konsulat dan memasuki babak baru yakni masa kekaisaran ( suatu kekuasaan yang berada pada satu pimpinan) Napoleon.

       Napoleon membentuk dinasti baru, yang dikenal dengan Dinasti Bonaparte. Sebagai kader revolusi yang berpaham liberal, Napoleon tetap memberikan kebebasan terutama di bidang keagamaan, pendidikan, perdagangan, dan kesamaan hak dalam Undang-Undang.

     Napoleon berkuasa dictator menurut kehendaknya sendiri yang dipandang baik dan cocok sehingga prinsip demokrasi dikesampingkan. Oleh karena itu, system pemerintahan Napoleon sering dikenal dengan Verlicht Despotisme.

Bagi Napoleon, keturuna sangat penting, oleh karena itu saudara-saudara napoleon dan anak-anaknya diangkat sebagai penguasa-penguasa. Secara politis, itu semua dilakukan agar seluruh Eropa berada di bawah kekuasaan keluarga Napoleon Bonaparte.

Perang Koalisi (1792 – 1815) yang terjadi sebanyak 7 kali (1792-1815). Musuh utamanya ialahAustralia, Inggris, Rusia, dan Prusia.

  1. Perang Koalisi I (1792-1797) Napoleon berhasil megalahkan lawan-lawannya dan diakhiri Perjanjian Compo Formio (1797). Perang koalisi I berkakhir tahun 1797, musuh prancis dapat dikalahkan kecuali Inggris. Kedatangan Napoleon di Mesir mempunyai arti penting, sepeti ditemukan Batu Rosetta yang membuka tabir sejarah Mesir kuno, adanya ide untuk membuat terusan yang kemudian dapat durealisasikan yakni Terusan Suez.
  1. Perang Koalisi II (1799-1802) Prancis berhasil mengalahkanAustriadalam pertempuran di Marango tahun 1800. Kemenangan ini mengantarkan Napoleon ke puncak kekuasaaan absolutnya. Ia menjadi konsul seumur hidup dan pada tahun 1804 diangkat sebagai kaisar.
  1. Perang Koalisi III (1805) Angkatan Laut Prancis berhasil dihancurkan oleh pasukan Inggris di bawah pimpinan Laksamana Nelson. Pertempuran berakhir dengan perjanjian Preszburg tahun 1805.
  1. Perang Koalisi IV (1806-1807) Dalam usaha untuk melemahkan Inggris, Napoleon di Berlin mengeluarkan Dekrit Berlin yang berisi Continental Stelsel, yakni suatu usah blockade ekonomi terhadap Inggris dengan melarang Negara-negara Eropa untuk mengadakan hubungan dagang dengan Inggris dan menerima kapal-kapal Inggris utnuk berlabuh di kawasan Eropa.
  1. Perang Koalisi V (1809) Austria berhasi dihancurkan oleh Napoleon dalam pertempuran di Ulagram dan diakhiri dengan Perjanjian Schnkrunn tahun 1809. Pada tahun 1812 Napoleon menyerang Rusia dengan 600.000 orang pasukan yang disebut Grande Armee. Rusia menggunakan taktik bumi hangus sehingga tentara Napoleon tiba di Moskow , bangunan dikotatinggal puing-puing.
  1. Perang Koalisi VI (1813-1814) Napoleon dibuang ke Pulau Elba si selatan Prancis (1814). Sebagai Raja Prancis diangkatlah seorang Bourbon yakni Louis XVIII ( adik Louis XVI ). Pada tahun 1814, Louis XVIII kemudian mengadakan Perjanjian Paris yang isinya :

- Penetapan batas-batas kekuasaan Prancis seperti sebelum tahun 1792
– Belanda menjadi negara Merdeka
– Inggris mendapatkan pulau Malta

Negara Koalisi mengadakan kongres di Wina (1814) untuk menentukan nasib negara-negara Eropa seperti sebelum terjadi Revolusi Perancis

  1. Perang Koalisi VII (1815) Louis XVIII seorang raja lemah dan dipandang tidak cocok dengan kondisi Perancis yang sedang kacau akibat kalah perang.

Napoleon berusaha meloloskan diri dan berhasil ke Perancis, disambut meriah oleh rakyat. Raja Louis XVIII melarikan diri mendengar kedatangan Napoleon, Kongres Wina dihentikan dan Negara-negara koalisi sepakat untuk menghadapi prancis. Pasukan Napoleon mendapatkan kemengangan.

Pertempuran di Waterlo 1815, Napoleon dapat dikalahkan, Napoleon ditangkap dan diasingkan ke Pulau Saint Herlena (sebelah barat Afrika) sampai meninggalnya pada tanggal 5 mei 1815.

Pengaruh Revolusi Perancis :

  1. Di bidang Politik, meluasnya paham liberal, terbentuklah pemerintahan monarki konstitusional, berkembangnya semangat nasionalisme.
  2. Di bidang Ekonomi, dihapuskan pajak feudal, system gilde
  3. Di bidang social, Dihapuskan pajak Feodal, digantikan 3 golongan menjadi masyarakat baru berdasarkan spesialisasi kerja
  4. Mendorong lahirnya pergerakan nasionalisme untuk melawan imperialisme dan kolonialisme seperti : Perjuangan rakyat Amerika latin untuk menentang penjajahan Spanyol dan Portugis (1807-1828), Munclnya gerakan Turki Muda di Turki pada akhir abad ke 19, Lahirnya organisasi pergerakan nasional Asia.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: